Kamis, 23 Mei 2013

The Trilogy 26



The Trilogy - 26
AKAL LOGIKA
Kucoba memahami setiap kebenaran... semakin kudekati ternyata semakin banyak pula kesalahan dan kesesatan kumaklumi sebagai kebenaran lain dari sisi hikmah.
Sehingga bila telah mencapai puncaknya, maka dua kebenaran itu adalah sebagai yg tunggal, tiada lagi terlihat kesalahan dan kesesatan.... seperti seorang dewasa melihat setiap kesalahan anak kecil, memakluminya dan tiada membekas.
Kita tentu tak sekedar beriman tanpa akal logika, namun iman kita seharusnya mengarahkan akal logika untuk menemukan kebenaran iman..... Kebenaran Sejati (al Haqq).
Tentu iman kita bukan cuma sekedar iman warisan, dilanjutkan tanpa kita tau dan memahami secara nyata wujud dan hakikat tujuan iman kita.... Mungkin saja orangtua kita pun tak paham sepenuhnya akan hal itu, namun kewajiban kita memutus rantai ketidak tahuan itu. Demi penerus keturunan kita..... sebagaimana saat-saat akhir hayat Nabi kita yang amat mengkhawatirkan penerus setelah-nya, .... "umat-ku...umat-ku...."
Akal logika tidak selalu memuaskan dalam meyakinkan keimanan kita, tapi dengan apa lagi manusia dapat berbuat, jika akal logika adalah karunia tertinggi yang diberikan Tuhan kepada makhluk-Nya saja tak dipercaya lagi untuk diberdayakan ??
Bila kita kesampingkan akal logika, maka keimanan kita tak lebih dari sekedar TAQLID belaka..... " jangan-lah kau ikuti apa yang kau tak punya pengetahuan tentang-nya, sesungguhnya pendengaran, pernglihatan dan hati, semuanya kelak akan diminta pertanggung-jawabannya." (QS 17:36)

Bila kita hidup di 200 tahun yang lalu, tentu kita termasuk yang tak yakin bahwa manusia dapat terbang dan menginjakkan kaki di bulan.... Namun lihatlah, apa yang telah diperbuat akal logika kemanusiaan..... Jangankan itu, ketika kecil, tak pernah terbayangkan handphone, .... dan sekali lagi begitulah keajaiban akal logika karunia Tuhan-mu.

Kebanyakan ulama besar kita dengan mudahnya mengesampingkan akal logika yang dianggap-nya sebagai menipu, seperti fatamorgana atau pandangan yang menipu.... Begitulah pendapat mereka.

Padahal jelas sekali argumen mereka menyalahkan akal logika justru dengan menggunakan akal mereka.... Menolak akal dengan menggunakan akal, sangat naif !!

Tidakkah kalian jijik melihat orang yang sibuk mengatakan, "tahanlah nafsu makan kalian !!" Tetapi di dalam mulutnya pun masih dipenuhi makanan yang sedang dikunyah-nya....

Berhati-hatilah dalam menerima ajaran.... Jangan-lah gampang menelan mentah-mentah, karena Allah telah mengaruniakan akal logika pada kemanusiaan agar tak tersesat.... bukannya malah dikesampingkan sehingga hanya taqlid pada dogma-dogma yang malah menyesatkan.

Segala petunjuk Allah yang datang adalah melalui Jibril, "...... yang diajarkan kepada-nya oleh JIBRIL yang sangat kuat, yang memiliki akal yang cerdas...." (QS 53:5-6)
--- sandoz ---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar